
Pendidikan bagaimana yang dituntut untuk dilaksanakan?
- Di dalam al-Quran Surah al-Ahzab, ayat 36 Allah SWT telah berfirman yang ertinya: "Tidaklah patut bagi setiap mukminin dan mukminat apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan sesuatu, ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka."
Oleh itu kita dituntut untuk mendidik anak-anak melalui proses tarbiyah Islamiyah seperti manhaj, ghoyah, hadaf serta natijahnya. Tarbiyah Islamiyah mempunyai manhajnya yang tersendiri dan teristimewa karena manhaj ini datang dari Allah SWT, Allah yang berteraskan tauhid. Seluruh kehidupan untuk berubudiyah kepada Allah SWT semata-mata.
Satu lagi yang dituntut ke atas diri kita adalah ibu bapak sendiri; perlu melalui pendidikan ini terlebih dahulu dengan keikhlasan, kesungguhan serta penyerahan supaya kita terlebih dahulu menjadi manusia Rabbani. Ini karena salah satu prasyarat keberkesanan tarbiyah adalah contoh teladan.
Anak-anak adalah generasi pewaris dakwah.
Di samping mendidik anak-anak menjadi anak yang saleh, mereka perlu diproses dengan rapi agar bersedia memikul dan melaksanakan tanggung-jawab dakwah dan jihad. Anak-anak kita adalah pewaris perjuangan yang sedang kita laksanakan hari ini. Mereka akan dipertanggung jawabkan untuk meneruskan perjuangan suci dengan lebih berkesan karena kesadaran yang telah ada di dalam hati kita. Di atas hajat ini juga Allah menyebutkan doa nabi Zakaria di dalam Surah Maryam, ayat 5 yang artinya: "Anugerahkanlah aku seorang putera, yang akan mewarisi sebagian keluarga Ya'kub."
Oleh itu kita perlu bertanya kepada diri kita secara serius, adakah kita peka atau prihatin dengan tanggungjawab mendidik anak-anak kita? Kita perlu melihat anak-anak kita sebagai mad'u (orang yang diseru) yang perlu dibentuk melalui satu proses tarbiyah, iaitu proses penyucian diri, pembentukan kefahaman, kesadaran dan pembinaan syakhsiyah.
No comments:
Post a Comment